KIMIA MEDISINAL 14
Farmakogenomik adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana variasi genetik berpengaruh pada respon obat. Variasi genetik akan mempengaruhi konsentrasi dan respon obat. Variasi genetik berpengaruh pada konsentrasi maksimum obat rifampisin.
Link video : https://youtube.com/watch?v=jcm2LCqWF1E&feature=share
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskonsentrasi rimfampisin dalam plasma dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor bukan genetik dan faktor genetik. faktor bukan genetik itu seperti usia, berat badan, pasien mengalami diabetes melitus. Bagaimana faktor-faktor ini dapat memengaruhi efektivitas pengobatan?
BalasHapussalah satu contohnya seperti berat badan dimana jika pasien memiliki berat badan yang besar ataupun overweight, maka obat menjadi susah untuk melintasi membran menuju sel target sehingga konsentrasi rifampisin menjadi lebih kecil ataupun menurun dalam darah.
HapusBagaimana variasi urutan gen dalam gen SLC01B1 mempengaruhi konsentrasi obat rifampisin di dalam plasma? Bagaimana variasi genetik ini dapat memengaruhi respons terhadap pengobatan dan efektivitasnya dalam penghambatan bakteri mikobakterium?
BalasHapusuntuk mekanisme variasi genetik dalam mempengaruhi konsentrasi rifampisin tidak dapat dijelaskan secara rinci karena hal tersebut tergantung pada genetik individu tersebut dan tidak dapat digali secara mendalam mekanisme nya. namun dari jurnal tersebut dijelaskan bahwa variasi genetik yang homozygot memberikan respon baim yaitu kadar rifampisin yang lebih tinggi.
HapusEfektifitas dari rifampisin terhadap penghambatan bakteri mikrobacterium tergantung pada bagaimana konsentrasi di dalam plasma. Apa mekanisme kerja rifampisin dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut?
BalasHapusMekanisme kerja rifampisin menghambat RNA polimerase tergantung-DNA mikrobakteri dan mikroorganisme lain dengan cara membentuk suatu kompleks obat-enzim yang stabil, mengakibatkan supresi pada awal pembentukan rantai (tapi tidak pada pemanjangan rantai) saat sintesis RNA.
BalasHapus