Kimia Medisinal 5
Fase farmakodinamik merupakan fase dimana obat sudah berada dalam darah dan siap untuk dihantarkan ke sel target. Aksi nya tersebut menimbulkan efek farmakologi baik itu efek terapi maupun efek toksik. Nah bagaiman obat dapat memiliki efek terhadap tubuh itulah yang merupakan fase farmakodinamik. Saya mengambil contoh obat natrium diklofenak yang merupakan obat golongan antiinflamasi nonstereoid yang berefek untuk antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik yang digunakan untuk nyeri. Dimana farmakodinamik dari na.diklofenak yaitu natrium diklofenak mengikatkan diri dan berkelat pada kedua isoform dari enzim cox 1 dan cox2. Hal ini akan menghalangi konversi atau perubahan asam arakidonat menjadi prostaglandin. Dimana inhbisi na.diklo terhadap cox 2 memberikan efek antiinflamasi yaitu meredakan nyeri. Sedangkan inhibisi terhadap cox 1 berefek pada lambung atau gastrointestinal.
Link youtube :
Apa yang terjadi jika Na diklofenak tidak mengikat/mengkelat pada kedua isoform dari enzim Cox 1 dan Cox 2, apakah obat masih memberikan efek terapi atau tidak? Dan jika tidak bagaimana cara kita mengatasi hal tersebut
BalasHapusjika Na.iklofenak tidak mengikat enzim cox maka obat tidak memberikan efek terapi yaitu obat tidak sampai pada sel target sehingga obat tidak dapat memberikan efek/reaksi. untuk mengatasi hal tersebut maka boleh ditinjau lebih lanjut mengenai dosis obat dan akan dilakukan peningkatan dosis
Hapusseperti pada sebuah jurnal yang saya baca bahwa na.diklofenak 150 mg yang diberikan 1/2 jam sebelum operasi pada pasien operasi memberikan efek analgesik yang lebih lama dianding dengan pasien yang diberi plasebo (obat pembanding). sehingga perlu dilakukan peninjauan dosis jika obat antiinflamasi belum memberikan efek
Hapus